Hujan!

Aku susuri jalan ku di tengah derai hujan.. karena aku tak ingin engkau melihat.. bahwa saat ini aku menangis

Ketika

Betapa risaunya negeri ini, ketika tentara dan peluru senjata jadi kata-kata yang nyata

Bunga

Kamulah bunga yg mekar di taman hati indah rupawan parasmu menebarkan harum

Bersama

Saat teduh mataku meredup di sandaranmu.. sentuhlah keningku dengan ciuman indahmu

Prev Next

Semalam Berdangdut di Cafe Mirama

 
(Bali) - Menjejal kaki di pulau Dewata Bali menyimpan kenangan yang tidak mungkin dilewatkan oleh banyak para pelancong.

Hawa kehidupan masyarakat yang diwarnai oleh kehadiran banyak orang dari berbagai pelosok dunia diintegrasikan secara harmonis dengan kehidupan dan budaya dan tradisi setempat yang masih mengakar di kalangan masyarakatnya.

Alam laut dan pantai yang indah, kehidupan kultural yang tetap dihargai tidak mengeliminasikan budaya-budaya modern yang masuk ke Pulau Dewata ini. semuanya dikemas dalam satu trend yakni keindahan.

Setelah seharian menjejal di Pesona pantai Kuta, menyusuri kesepian Pantai Legian dan kesegaran di Pantai seminyak , saya mencoba merasakan dunia malam di tempat yang terus menjadi tujuan kunjungan para wisatawan ini.

Target yang ingin saya jajaki kali ini adalah Cafe-cafe yang berseliweran di hampir di semua pelosok dan lorong di kepulauan yang eksotik ini.

Sekilas para pelancong akan berkesimpulan kalau banyaknya tempat hiburan atau Cafe yang ada di Bali yang rata-rata mengusung konsep modern yang biasanya berkiblat ke Barat.
(Pengunjung Cafe Mirama)
Namun konsep itu berbeda kala lita menginjak di Café Mirama. cafe Mirama merupakan klub malam yang lain dari pada yang lainnya. Bisa dibilang apa yang dilakukan oleh kafe yang satu ini cukup unik dan malah bertentangan dengan selera pasar. Namun demikian, diferensiasi dalam berbisnis memang sangat penting. Terbukti Mirama Café masih bisa eksis hingga saat ini.

Memangnya apa yang berbeda dan unik dari Mirama Café ini? Kalau kebanyakan kafe yang ada di Bali lebih mengedepankan untuk mengusung musik beraliran Barat semisal Rand B, Hiphop, Rock dan lainnya, Mirama Café malah mengutamakan musik lokal dangdut yang menjadi jualannya. Mirama Café berada di Jalan Raya Sesetan No. 300 A, Denpasar, Bali.

Musik dangdut telah begitu identik dengan kafe yang satu ini yang tentunya menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang menyukai musik yang memasyarakat ini.

Tentu ini memudahkan penggemar musik dangdut dapat dengan mudah mencari tempat hiburan yang pas untuk melepas kepenatan setelah seharian sibuk menjalankan aktifitasnya. Pengunjung dapat menikmati fasilitas karaoke sambil menikmati minuman dan makanan ringan yang tersedia di Marina Cafe.
(Atraksi Dangdut Yang Menghebohkan)
Café Mirama sendiri sudah ada sejak tahun 2004 silam di mana pendirinya bernama I Wayan Kariawan. Mirama Café selalu setia kepada setiap pengunjungnya dalam memberikan berbagai fasilitas hiburan seperti kafe, tempat karaoke dangdut, dan juga home band yang juga setia dalam mengiringi para pecinta musik dangdut. Sambil mendendang lagu dangdut Anda bisa menyantap aneka menu yang disajikan disini.

Lantas, siapa yang menjadi tamu di Mirama Café ini? Para anak buah kapal (ABK)  yang biasanya kapalnya bersandar di Laut Benoa yang banyak datang mengusir untuk kejenuhan setelah berbulan-bulan terapung di lautan.

Kelebihan lainnya yang ada di Mirama Café ini ialah harga yang ditawarkan kepada pengunjungnya relatif murah dan terjangkau oleh berbagai kalangan karena memang sedari awal mereka menyasar pangsa pasar kalangan ABK.

Dengan harga yang terjangkau untuk semua kalangan, tentunya sangat pas bagi mereka yang ingin menikmati malam panjangnya di Marina Cafe.

Leave a Reply